SELAMAT DATANG PARA SAHABAT KRISTUS Di blog '† Renungan-Renungan Rohani Kirs†en | Kha†olik †' banyak artikel Rohani yang menarik di sini "TERIMA KASIH KUNJUNGANNYA" GOD Bless You...
Translate This Page
Arabic Chinese inggris Espanol French Italian Japanese Korean india Russian

PENGARUH INJIL DALAM KEHIDUPAN

Filed under: by:


Banyak orang menamakan diri sebagai umat Kristen, namun tidak didasarkan pada pengalaman pribadi bersama Kristus.Tetapi semata-mata karena dilahirkan dalam keluarga Kristen. Ia bertumbuh dalam keluarga yang menamakan diri sebagai keluarga Kristen. Ia juga mungkin hidup di lingkungan orang Kristen. Namun bisakah pengaruh lingkungan ini membuat seseorang menjadi orang Kristen sejati?

Perikop 1 Tesalonika 1:2-10 memberikan gambaran bagaimana pengaruh Injil bagi kehidupan seorang Kristen. Itu jugalah yang dijelaskan Alkitab bahwa Injil itu dapat mengubah hidup seseorang yang sungguh-sungguh percaya pada Yesus Kristus. Paulus meringkasnya demikian, “Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Roma 1:16). Pernyataan ini menunjukkan bahwa orang Kristen itu harus mengalami perubahan dalam hidupnya. Zakeus berubah karena ia percaya pada Yesus. Paulus berubah karena ia sungguh-sungguh percaya pada Yesus. Injillah yang mengubah jemaat Tesalonika.

INJIL ADALAH KEKUATAN ALLAH UNTUK MENYELAMATKAN MANUSIA

Sebelum Paulus datang ke Tesalonika, tak seorangpun yang telah mengenal Kristus. Penduduk Tesalonika hidup dengan kebiasaan berbuat dosa dan penyembahan berhala. Kota Tesalonika di masa itu dikenal dengan kota penyembahan berhala yang dipenuhi dengan kuil-kuil berhala. Kota ini sama seperti kota Korintus yang dikelilingi dengan penyembahan berhala.

Perubahan apa yang terjadi? Setibanya di Tesalonika, Paulus mempergunakan kesempatan untuk memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi di sana. Paulus dengan gigih memberitakan injil kepada mereka. Kenapa Paulus harus melakukan hal itu? Karena ia mengetahui dengan pasti bahwa Injil memang kekuatan Allah untuk menyelamatkan orang berdosa. Injil tidak mamandang bulu, suku, bahasa dan bangsa. Allah sungguh berkenan dengan apa yang dilakukan Paulus di kota Tesalonika. Allah bekerja di Tesalonika. Dalam waktu tiga minggu (tiga sabat) Paulus ada di Tesalonika, sejumlah orang telah bertobat dan membentuk suatu jemaat baru (Kisah 17:2, 4). Mereka inilah yang menjadi penerima surat Paulus yang pertama kepada jemaat Tesalonika. Namun setelah tiga hari Sabat itu, sekelompok orang Yahudi merasa terancam (iri hati) dengan kehadiran Paulus (Kisah 17:5) dan membuat suatu keributan yang memaksa Paulus harus meninggalkan kota Tesalonika dan melanjutkan perjalanannya ke kota berikutnya, kota Berea (Kisah 17:10).

Namun sungguh luar biasa kuasa Injil bagi jemaat Tesalonika. Paulus melayani mereka hanya selama tiga minggu namun Allah memakai waktu yang singkat itu menjadi berkat yang luar biasa bagi penduduk Tesalonika.

INJIL MENGUBAH HIDUP ORANG KRISTEN

Coba kamu perhatikan perkataan Paulus ini “Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; . . . sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya” (1 Tes 1:6-7). Kalimat ini menunjukkan adanya perubahan luar biasa dalam kehidupan jemaat Tesalonika. Bukankah mereka ini dulunya penyembah berhala? Bukankah mereka hanya mendengarkan Injil tiga kali sabat berturut-turut? Namun Roh Kudus telah bekerja dalam hidup jemaat Tesalonika (1 Tes 1:6). Mereka berubah menjadi pelaku kebenaran.

Ingatlah bahwa Roh Kudus yang sama jugalah yang diterima umat Kristen sekarang ini. Jika jemaat Tesalonika bisa berubah dari pecinta dosa menjadi pecinta kebenaran dan firman Allah, orang Kristen juga bisa mengalami hal yang sama. Orang Kristen bisa memiliki semangat yang sama seperti dimiliki jemaat Tesalonika karena umat Kristen memiliki Tuhan yang sama. Roh Kudus yang sama juga akan mengubah hidup setiap orang Kristen yang percaya kepada Kristus. Dia tidak memandang latarbelakang manusia. Dia bisa mengubah hidup setiap orang.

Umat Tesalonika berubah menjadi teladan. Teladan dalam perbuatan dan teladan dalam menyelidiki firman Allah. Kesaksian hidup jemaat Tesalonika tersebar ke berbagai daerah. Paulus berkata, “Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah . . . Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhaal kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar” (1 Tes 1:8-9).

Jemaat Tesalonika dikenal sebagai jemaat yang bersaksi. Jemaat yang tidak malu akan imannya dan Kristus. Inilah tantangan bagi umat Kristen sekarang ini. Sejak kamu percaya pada Yesus, sudah berapa banyakkah yang telah mengetahui kamu sebagai orang Kristen? Apakah anggota keluarga kamu sudah mengetahui bahwa kamu sungguh-sungguh pengikut Kristus? Perhatikan perubahan hidup, iman dan kepercayaan jemaat Tesalonika, bukan hanya dikenal anggota keluarga mereka dan penduduk kota Tesalonika tetapi juga dikenal penduduk kota dan propinsi lain. Injil telah mengubah hidup jemaat Tesalonika dan Injil yang sama juga dapat mengubah hidup kamu untuk menjadi umat Kristen yang patut diteladin orang-orang disekitar kamu.

INJIL MEMBERIKAN PENGHARAPAN BAGI SETIAP ORANG KRISTEN

Pengharapan apa yang dimiliki umat Tesalonika? Ayat 10 menjelaskan bahwa jemaat Tesalonika memiliki suatu pengharapan akan kedatangan Yesus Kristus. Mereka menantikan kejadian ini dengan sungguh-sungguh dan tindakan ini tersebar ke propinsi di sekitarnya. Keyakinan umat Tesalonika akan kedatangan Yesus Kristus kedua kalinya tercermin dalam tulisan Paulus dalam setiap akhir pasal 1 Tesalonika.

Jemaat Tesalonika mengalami perubahan yang dikerjakan Roh Kudus. Mereka berubah menjadi teladan bagi umat Kristen di sekitarnya. Mereka berubah menjadi umat yang bersaksi. Mereka berubah menjadi umat yang suka menyelidiki firman Allah. Hanya dengan keinginan dan perbuatan seperti ini maka orang Kristen bisa memiliki keyakinan seperti jemaat Tesalonika. Orang Kristen yang tidak taat pada firman Allah, tidak akan pernah perduli akan kedatangan Kristus Yesus, bahkan ia takut membicarakannya karena ia takut mendapatkan hukuman atas segala perbuatannya. Namun bagi umat Kristen yang sungguh-sungguh percaya pada Yesus dan mau setia mengikuti ajaranNya, ia dengan sukacita dan penuh kegembiraan ingin mengingat dan membicarakan kedatangan Kristus Yesus kedua kalinya.

Jemaat Tesalonika dengan penuh semangat dan harapan menantikan kedatangan Yesus. Allah memberkati jemaat Tesalonika meskipun Paulus melayani mereka dalam waktu singkat. Kamu bisa bayangkan, apa yang akan terjadi atau bagaimana besarnya pengaruh dan kesaksian jemaat Tesalonika jika seandainya Paulus bisa melayani jemaat Tesalonika sama seperti Paulus melayani jemaat Korintus dan Efesus.

Injil kamu miliki sekarang bukan hanya dapat mengubah hidup jemaat Tesalonika tetapi juga dapat mengubah hidup kamu dan keluarga kamu. Jadilah seorang Kristen yang berubah dan menjadi sosok yang patut diteladani umat Kristen lainnya. Berusahalah menjadi orang Kristen yang bisa mempengaruhi orang lain untuk mengikuti iman dan teladan kamu.

0 komentar:

Member